Sekelumit capaian anak bangsa (dalam bahasa sederhana)

Rasanya lama sekali tak menyentuh Duta dan menyemai kata. Ada banyak peristiwa menarik yang terlewat. Ada banyak kontemplasi hilang tak tertuang.

Menyimak Indonesia melalui media, sebagaimana biasa, seakan tak beranjak jauh dari problema: Papua, korupsi, negara gagal, dan lain sebagainya. Tentu banyak pembaca mengurut dada. Namun bukan berarti kita — saya dan Anda — harus pesimis. Problema tersebut justru harus menjadi cambuk agar kita semua tetap bekerja dan bekerja, apapun besaran skala kontribusinya. Sejumlah mahasiswa di Canberra, misalnya, berusaha menyuarakan sikap kritis terkait fenomena kekerasan bersenjata di Papua.

Di sisi lain, berita bagus pun sesekali menyeruak. Walau tak terlalu berkait dengan ‘kebijakan publik’, berita mengenai suksesnya konser Twilite Orchestra di manca negara (khususnya Eropa) baru-baru ini layak mendapatkan noktah. Akun twitter sang nakoda TO, Addie MS, ramai dihujani ucapan selamat dan puja-puji. Singkat kata, Indonesia, sekali lagi, dianggap memiliki potensi kuat dengan kebolehan seni-budayanya. Pun, dukungan Kemenparekraf dan perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyukseskan konser TO, layak mendapatkan apresiasi.

Catatan lainnya adalah ‘keberhasilan’ musisi jazz Indra Lesmana dengan “Two Steps at a Time”. Bukan semata komposisi tersebut terdengar bagus dan jenius, namun proses penciptaannya yang hampir seluruhnya mengandalkan iPad. Indra mungkin telah mencatatkan sejarah baru, yaitu mencipta dan ‘mengawinkan’ sebuah komposisi jazz yang berbobot dengan perangkat ‘non-musikal’ seperti iPad.

Apa ‘berita bagus’ lainnya? Dalam konteks Canberra, Australia, sejumlah anak-anak muda yang penuh semangat telah merampungkan rencana penyelenggaraan Youth Camp and Writers Camp 2012, 29 September – 1 Oktober 2012. Dalam acara ini, penulis terkenal Asma Nadia akan menjadi nara sumber utama. Tokoh-tokoh lain pun tengah dipersiapkan untuk menjadi pemateri atau motivator remaja Indonesia di Australia.

Masih di Canberra, teman-teman PPIA ANU juga semakin bergerak solid dalam menyiapkan ‘public lecture on entrepreneurship’ dengan pembicara utama Helmy Yahya, 29 July dan beberapa hari ke depan. Acara ini direncanakan tidak hanya digemakan di Canberra, namun juga Melbourne dan Sydney.

Terakhir, para ketua Cabang dan Ranting PPIA seantero Australia baru saja menggelar Kongres PPIA di Canberra. Ada banyak dinamika, namun secara umum Kongres berjalan lancar dan sukses. Telah terpilih menjadi Ketua PPIA Pusat yang baru, Bagus Nugroho, kandidat PhD dari Melbourne University. Semoga pengurus baru sukses dalam menjalankan amanah dan memberi kontribusi bagi Indonesia.

Singkat kata, di luar berbagai berita yang penuh problema, selalu ada anak bangsa yang mampu menorehkan sekelumit capaian. Besar kecilnya kontribusi mereka, biarlah sejarah yang mencatatkannya.

Salam semangat!!!     

2 responses to “Sekelumit capaian anak bangsa (dalam bahasa sederhana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s