Prof Sofian Effendi: Indonesia kesulitan pemimpin bangsa 2014

London (ANTARA News) – Pakar pendidikan dan kebijakan publik, Prof. Dr. Sofian Effendi mengatakan Indonesia sangat memerlukan calon-calon pemimpin bangsa.

Pernyataan di atas disampaikan pakar pendidikan dan kebijakan publik, Prof. Dr. Sofian Effendi pada sarasehan mengenai pendidikan dan kepemimpinan di Canberra, Australia, ujar Ketua Panitia Hardiknas Australia 2012, Yasmi Adriansyah, kepada ANTARA London, Senin.

Prof Sofian mengatakan bahwa untuk itu diperlukan perbaikan sistem pendidikan dalam berbagai tingkatan, termasuk rekrutmen dan pemberdayaan calon pemimpin baik melalui jalur pendidikan, politik, birokrasi maupun jalur lainnya.

Menurut Prof Effendi, pada pemilihan umum 2014 besar kemungkinan bangsa Indonesia akan dihadapkan pada situasi sulitnya mencari calon-calon pemimpin bangsa.

Hal ini dikarenakan nama-nama yang sudah digembar-gemborkan oleh partai-partai politik besar terhitung memiliki akseptabilitas publik yang rendah.

Adapun para pemimpin muda yang diharapkan mengambil estafet kepemimpinan, tidak sedikit dari mereka yang terkena masalah korupsi.

Di sisi lain, nama-nama yang dianggap potensial menjadi pemimpin sebagian besar masih belum memiliki basis politik yang kuat.

Acara sarasehan yang menampilkan profesor dari Universitas Gajah Mada tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional 2012 di Australia.

Rangkaian acara dimulai dari Malam Budaya pada di KBRI Canberra, Diskusi mengenai Reformasi Birokrasi di University of Canberra, Upacara Hardiknas dan Lomba Catur Simultan, Kuliah Umum dan penampilan angklung Awivadya di Australian National University (ANU), dan Sarasehan dan Hari Keluarga.

“Rangkaian perayaan Hardiknas 2012 di Australia ini akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori rangkaian perayaan Hardiknas terpanjang di luar negeri,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof Dr Aris Junaidi.

“Acara utama berlangsung dari tanggal 27 April sampai 5 Mei 2012. Namun masih ada lomba menulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia sampai dengan tanggal 30 Juni. Selain itu masih akan ada pula beberapa kuliah umum dari beberapa tokoh yang berasal dari Indonesia.”

Rangkaian perayaan Hardiknas 2012 di Australia berlangsung sangat meriah. Pada acara malam budaya, diluncurkan Komunitas Duta Budaya Indonesia.

Pada acara Lomba Catur Simultan, seorang anak jenius Indonesia berusia 9 tahun, Indis Danaswara, berhasil mengalahkan 14 dari 16 kompetitor yang terdiri dari anak-anak sampai mahasiswa doktoral.

Sementara pada puncak perayaan Hardiknas 2012 di Australia selenggarakan acara sarasehan, peluncuran buku, olahraga, permainan kelompok gamelan Karyo Mudo Iromo, aneka lomba anak-anak, dan bazar aneka kuliner nusantara dari para entrepreneur muda Indonesia. Acara puncak berlangsung sangat meriah dan menyisakan wajah-wajah bahagia para hadirin. (ZG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s