Antara Keterampilan Menulis dan Berbicara

Judul di atas sebenarnya sudah lama ingin saya tuangkan. Kendala waktu, adalah jawaban klisenya.

Namun hari ini, tatkala bekerja di depan komputer sambil mendengarkan paparan audio sebuah kuliah, saya menjadi begitu tergerakkan. Pasalnya, kuliah ini tak begitu nyaman didengar.

Padahal, sang pemateri kuliah adalah profesor dengan puluhan publikasi yang terbilang fantastis. Tulisan ilmiahnya pun sangatlah bagus dan, tentu saja, meyakinkan.

Namun ketika mendengar ia memberikan kuliah, agaknya ia tak terlalu peduli dengan audiens. Bukan karena bahasa, apalagi Bahasa Inggris adalah bahasa ibunya. Bukan pula karena kadar intelektualitas, karena toh kredensialnya menunjukkannya jauh di atas rata-rata.

Intinya, terdapat diskrepansi atau perbedaan yang amat sangat antara kemampuan dalam menulis dan berbicara. Mungkin karena itu pula sang profesor tidak terlalu terbang tinggi dalam jagat yang lebih luas. Padahal tulisan-tulisannya sesungguhnya layak membawanya jauh lebih hebat lagi.

Pelajaran yang mungkin dapat kita petik: jangan berhenti mengembangkan diri, sekalipun kredensial sudah demikian tinggi.

Dalam konteks kemampuan akademis dan atau komunikasi, jangan hanya terpaku pada salah satu keterampilan, tapi cobalah untuk memberdayakan apapun potensi yang saling melengkapi.

Tentu saja, banyak contoh figur sukses yang memiliki kemampuan menulis dan berbicara sama baiknya. Kalau mereka bisa, tentu kita semua memiliki peluang yang sama.

Bagaimana menurut Anda?

2 responses to “Antara Keterampilan Menulis dan Berbicara

  1. Sepakat. Selaku penerima Hadiah Nobel 2003, dunia mengakui bahwa JM Coetzee adalah penulis yang brilliant. Namun dia bukanlah orang yang pandai berbicara. Dia bahkan tidak senang berbicara sehingga julukan “recluse” melekat padanya. http://en.wikipedia.org/wiki/J._M._Coetzee.

    Di sisi lain, seorang tokoh yang saya kagumi, Anthonny Robbins http://www.tonyrobbins.com/. adalah penulis yang handal. Terbukti dari bukunya Unlimited Power dan Awaken the Giant Within yang tidak hanya brilliant, namun juga laku lebih dari 20 juta kopi. Aksinya di atas panggung? Luar biasa. Itu sebabnya dia menjadi motivational speaker, bukan?

    Negara kita juga punya pemimpin yang pandai menulis dan berbicara. Namanya Koesno. Dia pernah menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia dan lebih akrab dipanggil Soekarno. Kemampuannya menulis dan berbicara sama brilliant-nya!:-)

    Subhan Zein

    • Sepakat ganda:), Bung Subhan.

      Perjalanan hidup Tony Robbins di masa kecilnya tidaklah terlalu bersinar. Namun dengan perjuangan dan determinasi, dia kini telah memengaruhi begitu banyak orang, dengan tulisan dan kemampuan berbicaranya yang luar biasa.

      Di Indonesia, yang pandai berbicara (di depan publik) mungkin terhitung banyak. Tapi budaya menulisnya yang masih kurang. Mudah-mudahan kiprah Bung Subhan dan teman lainnya — dengan selalu menulis dan berbagi dalam forum-forum publik — akan menambah inspirasi tersebut.

      Salut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s