Astri Nugraha: Pengibar kuliner nusantara di dunia maya

Image

Jika ada situs internet mengenai resep kuliner nusantara yang berkibar gagah di google, mungkin banyak yang akan menunjuk kepada situs ‘http://www.resepnugraha.net/‘. Konon, ada banyak para pencinta masakan nusantara, termasuk para pemula, yang kemudian menjadi ahli memasak setelah melihat situs tersebut. Luar biasa.

Sang pemilik situs, Astri Nugraha, ternyata seorang yang terbilang sederhana. Rendah hati bahkan. Namun, tanpa disadari atau tidak, ia telah mempromosikan cita rasa dan keanekaan masakan nusantara. Ia telah menjadi duta kuliner Indonesia melalui dunia maya.

Situs websitenya harus diakui sangatlah menarik. Tidak saja tampilan gambar dan saran memasak yang dibagi, namun terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan resep masakan Indonesia.

Tidak salah jika Astri sangat dikenal, baik di ‘jagat daratan’, di Australia, tempat ia tinggal bersama keluarga tercinta, dan tentu saja di jagat maya. Bahkan ada yang menyebut dirinya ‘selebriti dunia maya’.

Beruntung saya bisa ‘memaksa’ sang ‘selebriti’ untuk bercerita, bagaimana ia bisa menjadi seperti ini.

Astri masih mengingat jelas kata-kata ayahnya saat dia masih di bangku kuliah, “Kowe dadi arek wedok kudu pinter masak. Paling gampang masako sop wae, tinggal cemplung-cemplung wis dadi.” (Kalau diterjemahkan bebas kira-kira seperti ini, “Kamu jadi anak perempuan musti pintar masak. Masak sop aja yang paling gampang, tinggal cemplung-cemplung, beres deh.”)

Ternyata, siapa yang pernah menyangka, Astri yang dulunya sangat anti dapur, saat ini hampir tak pernah menghabiskan hari-hari tanpa memasak, bahkan saat liburan sekalipun.

Namun tentu saja semuanya tidak terjadi tiba-tiba. Semuanya bermula saat Astri masih di bangku kuliah semester akhir, kira-kira di awal 1998. Saat itu krisis moneter mulai melanda. Biaya tugas akhir yang tidak sedikit akhirnya memaksa dia untuk mengakali kondisi supaya dia bisa tetap makan enak.

“Mau langganan katering? Selain aku cepat bosan, harganya juga semakin mahal,” ujar Astri. Akhirnya ia pergi ke pasar. Ia pun mulai belajar masak yang sederhana dulu, tumis-tumisan ataupun sop yang simpel. Pokoknya, selagi tidak perlu mixer dan cobek, kegiatan memasak tetap berjalan. Dan satu lagi, asal bahannya tidak lebih dari lima macam, ia akan pantang mundur.

Kegemaran Astri memasak otomatis berlanjut saat ia menikah sekitar 1,5 tahun kemudian. Terlebih lagi, hanya selang dua bulan, ia ikut suami ke Australia. Tidak adanya kegiatan yang terlalu padat (kecuali mengurus suami tentunya) di bulan-bulan pertama, membuat ia semakin terlena alias menikmati dunia dapur. Ditambah lagi, suaminya termasuk yang doyan makan.

Seiring waktu, alhamdulillah keahlian Astri memasak semakin meningkat, sampai akhirnya ia mulai percaya diri menawarkan hasil masakan ke teman-teman. Hal ini tentu saja tidak tanpa proses. Dulu, sejak keluarga kecil mereka masih tinggal di Gosford-Sydney, Astri sudah lumayan sering mengundang teman-teman datang ke rumah untuk pesta ataupun hanya sekedar makan siang. Terlebih lagi, saat itu mereka belum dikarunia buah hati.

Sampai akhirnya pada tahun 2006 hijrah ke Canberra, kebiasaan Astri pun berlanjut, meskipun jumlah ‘pasukan kecil’nya sudah bertambah dua. Lama-kelamaan, teman-teman menyarankan dirinya menjual hasil masakan.

Image

Akhirnya, bisnis kue kering dan tumpeng yang sempat  Astri jalankan di Gosford, berlanjut lagi. Namun kali ini berkembang jauh lebih besar. Tidak hanya kue kering dan tumpeng, tapi juga merambah ke jenis makanan lainnya, mulai dari lauk-pauk, aneka macam jajanan pasar, minuman tradisional (es cendol, wedang ronde, dll), rujak, bubur manis, bahkan sampai ke es krim tradisional.

Keberadaan empat anak di rumah mereka ternyata tidak mengganggu aktivitas bisnis katering Astri. Demikian pula salah satu talenta lainnya, bisnis studio desain, yang sudah ia buka sejak tahun 2000. Meskipun untuk yang terakhir ini, sejak setahun lalu, jumlah klien terpaksa harus ia batasi supaya kedua bisnis bisa tetap berjalan lancar.

Dan dalam jangka waktu satu-dua tahun ke depan, Astri merencanakan membuka sebuah resto Indonesia di bumi Australia.

Semoga semakin sukses menjadi duta kuliner nusantara. Tetaplah menjadi inspirasi bagi bumi pertiwi.

(sumber foto: koleksi pribadi Astri Nugraha)

4 responses to “Astri Nugraha: Pengibar kuliner nusantara di dunia maya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s