Diplomasi warga negara Indonesia di sekitar Anda

Image

Pada hari ini, 18 April 2012, di Canberra, saya mendapatkan kehormatan menjadi salah satu narasumber pada kelas immersion yang diasuh Ibu Prapti McLeod dan Ibu Betsy Phillips.

Apa itu kelas immersion? Dan siapa pula gerangan Ibu Prapti dan Ibu Betsy (bagi yang baru mendengar nama beliau)?

Kelas immersion adalah wadah pembelajaran/pemantapan Bahasa Indonesia bagi para diplomat/pejabat Australia. Mengenai makna immersion sendiri, mungkin seperti ‘penyegaran’ atau ‘pendalaman’.

Adapun Ibu Prapti dan Ibu Betsy, mereka berdua adalah para penggiat Bahasa Indonesia yang sudah sejak lamaaaa mengajar bahasa kebanggaan kita di bumi Australia. Mereka layak disebut Duta Bahasa.

Pada kesempatan tersebut, saya menawarkan topik diskusi mengenai ‘diplomasi warga negara Indonesia di sekitar Anda’. Wah, kedengarannya berat ya topiknya? Tidak juga kok, karena saya hanya bercerita tentang apa yang dilihat, dirasakan, dan dijalani selama tahun pertama menjejakkan kaki di benua negeri kangguru.

Berikut kira-kira kisah singkat pemaparan dan diskusi singkat di sesi tersebut. Tidak sama persis, pun ditambahkan ‘kembang dan bunga’, karenanya saya kemas dalam bentuk cerita pendek. Agar enak dibaca dan membekas di hati🙂.

***

Pertama, perkenankan saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Prapti dan Ibu Betsy yang telah mengundang hadir di forum ini.” Demikian saya membuka diri, dengan suara dibuat sedikit berwibawa🙂.

Kedua, senang sekali dapat bertemu dengan rekan-rekan diplomat dan pejabat Australia yang tertarik mendalami Bahasa Indonesia. Saya yakin, masyarakat Indonesia akan senang tatkala mengetahui Bahasa mereka terus-menerus didalami.”

Sejumlah peserta mulai menunjukkan antusiasme.

Pemaparan dilanjutkan. “Dalam kesempatan ini, saya ingin menawarkan tema diskusi tentang ‘diplomasi warga negara (citizens diplomacy) Indonesia di sekitar Anda’.”

“Apakah maksud Anda diplomasi warga Indonesia yang ada di sekitar kami, di Australia, atau bahkan di Canberra sini?” tanya seorang perempuan berwajah manis.

“Benar. Dalam pengamatan saya yang masih belum setahun penuh berada di ibukota Australia, ternyata kiprah ‘kediplomasian’ warga negara Indonesia layak mendapatkan catatan tersendiri.”

“Ada contohnya?” seorang anak muda bertanya dengan raut tak percaya.

“Tentu saja. Dari sisi diplomasi budaya, apa yang dilakukan Ibu Prapti dan Ibu Betsy adalah diplomasi warga negara di bidang bahasa. Lebih jauh, sejumlah warga Indonesia aktif menjaga dan bahkan mempromosikan berbagai potensi yang ada. Kelompok gamelan jawa, misalnya, mereka sudah cukup lama berkibar di sini dan akan terus memberikan sumbangsih. Dan belum lama ini, kelompok angklung telah didirikan. Sebentar lagi mereka akan tampil perdana di kampus ANU.”

Para peserta mulai manggut-manggut.

“Selanjutnya, di sini juga ada berbagai sanggar tari tradisional Indonesia. Mereka aktif mengadakan pelatihan. Mereka juga aktif menampilkan siswanya di berbagai acara.”

“Bisakah kami ikut latihan? Baik untuk gamelan, angklung, maupun tarian seperti yang disebutkan tadi?” tanya seorang peserta yang duduk di pojok kanan.

“Saya yakin teman-teman penggerak dan penggiat budaya Indonesia akan senang menerima Anda.”

Suasana kelas semakin terlihat bergairah.

Saya kembali melanjutkan pemaparan. “Ada pula kiprah para ‘duta’ Indonesia lainnya. Ada yang menjadi pianis handal dan telah mengadakan sejumlah konser. Ia bahkan pernah memenangkan kompetisi piano. Ada yang memenangkan seleksi menjadi peserta KTT Pemuda G20, berperan sebagai Dirjen WTO. Ada yang aktif menggerakkan pertemuan rutin pertukaran bahasa Indonesia-Inggris (LEAP). Ada yang aktif menggerakkan para penulis, bahkan sampai menerbitkan buku ‘Suka-Duka Hidup di Australia’ (FLP). Sebentar lagi juga akan diluncurkan komunitas penulis perempuan bernama ‘Neng Koala’ yang tak kalah luar biasa. Ada pula yang ‘ngamen’ kesana-kemari, memainkan lagu-lagu Indonesia di sejumlah acara (Sweet Chilli Jazz, atau teman-teman dan sayaaaa, hehehe).”

“Wow, aktif sekali ya masyarakat Indonesia!” Beberapa peserta terperanjat. Atau mungkin kurang percaya.

“Iya dong, Indonesiaaaa.” Saya sedikit membusungkan dada. Kapan lagiiii…

“Dan jangan salah, masih ada lagi,” saya melanjutkan, dengan nada makin berapi-api. “Ada yang menjadi entrepreneur. Walau masih berskala kecil, mereka sudah menciptakan lapangan pekerjaan bagi sesama warga Indonesia (Krakatoa Cleaning).”

Suasana terasa semakin gaduh.

“Dan yang tak kalah kerennya,” saya makin bersemangat. “Ada juga ‘selebriti dunia maya’ yang penggemarnya mungkin berserak-serak di seluruh dunia. Coba lihat situs internet resepnugraha.net. Di situ ada ratusan, atau bahkan ribuan resep-resep masakan Indonesia. Resep tersebut dianggap telah banyak menyebarluaskan informasi tentang anekacita masakan Indonesia, ke seluruh dunia.”

“Lho, apa kaitannya dengan Australia?” seorang perempuan anggun bertanya.

“Sangat terkait. Karena pemilik website-nya adalah orang Indonesia yang tinggal di Australia. Bahkan hanya hitungan menit dari Canberra, alias di Queanbeyan sana. Hebatnya, sang penyebar resep tidak hanya menyebar, tapi juga menawarkan, bagi siapapun, yang ingin menikmati cita rasa makanan Indonesia. Silahkan tanya warga Canberra, besar kemungkinan mereka mengenal Astri Nugraha, sang pengelola website. Dan kalau ada dari Anda yang rindu dengan makanan Indonesia, cukup kontak dia, makanan segera tiba dalam waktu tak terlalu lama.”

“Oh saya kenal dia. Saya pernah pesan makanan dari dia. Memang enak makanannya.”

Belasan peserta terlihat manggut-manggut. Alhamdulillah.

Image

***

Demikian pemaparan saya di hadapan para diplomat dan pejabat Australia tersebut. Usai pemaparan, ada banyak pertanyaan. Dan saya berusaha menjawab, dengan semangat.

Yang pasti, saat itu, saya makin bangga menjadi warga negara Indonesia.

(Foto: cicak2.com.au; pribadi)

2 responses to “Diplomasi warga negara Indonesia di sekitar Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s