Beginda Pakpahan: Diplomasi budaya Indonesia di kota Edinburgh, UK

Dari penata kata:

Beginda Pakpahan adalah kandidat PhD dari Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Edinburgh, Inggris.

Sudah kerap terdengar kota di utara Inggris tersebut menyimpan keindahan yang klasik dan terkenal di seantero jagat.

Kali ini pembaca yang budiman cukup beruntung. Tidak hanya kita disuguhkan mengenai apa dan bagaimana Edinburgh. Tapi Beginda juga menggambarkan kiprah para duta budaya Indonesia di belahan bumi tersebut.

Kepada Beginda dan segenap warga Indonesia di Edinburgh, teruskan perjuangan mempromosikan negeri kita di sana.

Kepada para pembaca, selamat menikmati tulisan dari Beginda.

***

Edinburgh adalah ibukota Scotlandia dan dikenal sebagai kota pencerahan. Kota ini telah melahirkan philosopher dan inovator terkenal seperti David Hume, Alexander Graham Bell dan Charles Darwin. Edinburgh terletak di bagian utara dari UK. Dengan tradisi alunan bagpipes (alat musik tradisional Skotlandia) dan romantisnya pelbagai bangunan tua abad 12 menjadikan kota ini menjadi salah satu kota yang masuk didalam daftar cagar budaya UNESCO.

Dalam empat bulan terakhir, ada dua kegiatan diplomasi budaya Indonesia dengan cara formal dan informal di Edinburgh. Contoh dari diplomasi budaya formal adalah pertunjukan gamelan di Edinburgh International Festival 2011. Festival yang setiap tahunnya digelar selama bulan Agustus ini diisi oleh pelbagai macam pertunjukan dari berbagai penjuru dunia. Dari pertunjukan military tattoo (pagelaran berbaris dan drum band militer), kabaret, komedi dan lain sebagainya.

Dari semua itu, pertunjukan yang menarik adalah pertunjukan perdana gamelan Kridha Mardhawa dari Yogyakarta pada tanggal 19-21 Agustus 2011. Gamelan tersebut dipimpin oleh GBPH Drs Sulaksmono Yudhaningrat. Acara ini diinisiasi dan didukung oleh KBRI London, Kementerian Budaya dan Pariwisata Indonesia, David McLellan dan Pemerintah Daerah DI Yogyakarta. Seluruh tiket terjual habis dan dentingan gamelan memukau para penonton yang menghadirinya. Mayoritas orang Indonesia yang ada di Edinburgh juga ikut menonton acara tersebut dan bangga atas pertunjukan tersebut. Acara gamelan tersebut bisa melepas rasa rindu atas tanah air.

Lebih lanjut, contoh dari diplomasi budaya informal adalah perayaan hari kemerdekaan Indonesia dan silahturahmi lebaran di awal September 2011 lalu. Untuk informasi, jumlah mahasiswa/i Indonesia di Edinburgh diperkirakan dibawah 20 orang. Jumlah yang tidak terlalu besar dibandingkan kota-kota lainnya di UK. Lalu, ada sejumlah warga Indonesia yang menikah dengan masyarakat dan memiliki keluarga serta kerabat di Scotland (diperkirakan jumlahnya di atas 20 orang).

Dengan komposisi yang tidak besar, masyarakat Indonesia di Edinburgh mempromosikan budaya Indonesia dengan cara informal dan bersahabat. Kami mengadakan acara silahturahmi yang bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1432 H. Kami mengadakan renungan dan doa. Kami membaca teks proklamasi dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kami juga melakukan acara bermaaf-maafan antara satu dengan yang lain. Ada pelbagai acara permainan yang mengikutsertakan dari bapak-bapak, ibu-ibu, para mahasiswa/i dan anak-anak semua. Tentunya, pelbagai makanan khas Indonesia juga diperkenalkan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sebagian masyarakat Indonesia dan Skotlandia di Edinburgh.

Dari dua ilustrasi di atas, diplomasi budaya dilakukan dengan formal dan informal. Kedua cara tersebut dikombinasikan dengan baik oleh pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia yang bermukim di Edinburgh. Dengan cara-cara yang bersahabat, diharapkan pengenalan dan promosi budaya bangsa Indonesia bisa diingat dan melekat di hati para masyarakat Scotlandia pada khususnya dan Inggris pada umumnya.

*** Beginda Pakpahan adalah orang Indonesia yang sedang menimba ilmu di Edinburgh, Inggris.

(foto Edinburgh: hw.ac.uk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s