Nawa Azis: Duta Menulis Indonesia di Australia

ImageImage

Dari Editor:

Ada banyak kiprah warga Indonesia di benua kangguru, Australia. Salah satunya di bidang kepenulisan.

Erna Wati Aziz, atau Nawa Aziz sebagai nama penanya, adalah salah satu penggerak bidang tersebut. Sebagai pendiri ‘pabrik penulis’ Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Australia, Erna bersama teman-temannya terus berupaya mendorong aktivisme kepenulisan. Karya-karya mereka pun sudah cukup banyak mewarnai khasanah.

Di bawah ini adalah tulisan Erna mengenai FLP Australia. Semoga menggugah dan menyemangati. Termasuk jika sebagian sahabat ingin berpartisipasi dalam lomba menulis Hardiknas Australia 2012: http://www.facebook.com/#!/HardiknasAustralia2012.

Selamat membaca dan berkarya.

Salam,

Adrian

***

Forum Lingkar Pena (FLP) Australia: Asah Pena di Negeri Kangguru

 Oleh: Erna Wati Aziz (Nawa Aziz)

 

Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung. Pepatah lama ini ternyata masih berlaku bagi para anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Australia. Hidup jauh dari Ibu Pertiwi tidak membuat keinginan menulis anggota FLP yang berada di negeri kangguru surut. Malah hal tersebut memacu keinginan dan semangat menulis mereka semakin tumbuh. Namun sebelum menyimak kiprah FLP di Australia, ada baiknya kita mengenal lebih dekat FLP terlebih dahulu.

 Apa itu FLP?

Sebuah ‘Pabrik Penulis Cerita’ (Koran Tempo)

Forum Lingkar Pena sangat fenomenal. FLP adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia (Taufiq Ismail)

Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya–sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya pertumbuhan kantong-kantong sastra di Jakarta dan di banyak kota besar lainnya.

Salah satu yang dianggap fenomenal adalah munculnya Forum Lingkar Pena (FLP), tahun 1997. Dalam waktu yang relatif singkat, organisasi yang memiliki cabang di hampir 30 provinsi dan di mancanegara ini telah beranggotakan sekitar 5000 orang. Selama hampir empat belas tahun keberadaannya, organisasi penulis ini telah menerbitkan kurang lebih 1000 buku yang sebagian besar terdiri dari karya sastra serius, fiksi remaja dan cerita anak. Tidak ada orang atau lembaga yang mensponsori FLP. Kemandirian ini memungkinkan FLP menulis sesuai kata hati. Koran Tempo, salah satu media paling berwibawa di Indonesia, menyebut FLP sebagai sebuah “Pabrik Penulis Cerita”!

FLP didirikan oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Mutmainnah pada pada tanggal 22 Februari 1997. FLP adalah organisasi inklusif. Keanggotaannya terbuka bagi siapa saja tanpa memandang ras maupun agama. Mayoritas anggota FLP memang muslim, namun tingkat pemahaman keislaman mereka tidak seragam. Banyak pula non muslim yang bergabung. Meski demikian para anggota FLP memiliki niat yang sama: membagi seberkas cahaya bagi para pembaca dan menganggap kegiatan menulis adalah bagian dari ibadah. FLP kemudian tumbuh pesat dan mulai banyak permintaan dari daerah untuk membentuk kepengurusan FLP di tiap provinsi hingga melebar ke mancanegara seperti di Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Sudan, Canada, Sudan, Jepang, Singapura, Korea, Pakistan, Mesir, Hongkong, dan sekitar setahun yang lalu FLP telah hadir di benua Australia.

FLP Australia: Salurkan minat menulis para perantau

Akhir tahun 2010, saya melanjutkan kuliah S2 ke Australia. Bermula dari kerinduan berkumpul dengan sahabat-sahabat FLP di Indonesia, saya membulatkan tekad untuk membuka FLP Wilayah Australia, tepatnya di Canberra. Pada awalnya tidak banyak yang tertarik dengan kehadiran FLP dikarenakan mayoritas warga negara Indonesia di Canberra adalah mahasiswa/i yang melanjutkan studi mereka. Rutinitas kuliah membuat para mahasiswa/i lebih memilih menghabiskan waktu untuk belajar dan mengikuti seminar-seminar di kampus.

Seiring waktu, anggota FLP Australia mulai bertambah. Perekrutan anggota dilakukan dengan perkenalan dari mulut ke mulut. Sampai pada awal tahun 2011, saya dan beberapa teman berkumpul dan berpikir untuk membuat gebrakan menulis dan mengundang penulis terkenal dari Indonesia untuk memberikan pelatihan menulis. Saat itu saya hanya terpikir untuk menghubungi beberapa teman penulis yang telah bergabung dengan FLP di Indonesia. Salah satunya adalah Habiburrahman El Shirazy yang novel-novelnya telah menjadi best seller dan berhasil diadaptasi ke layar lebar.

Gayung bersambut, Habiburrahman atau yang akrab disapa Kang Abik ternyata bersedia untuk datang dan mengisi pelatihan di Australia. Acara ”Sehari bersama Habiburrahman El Shirazy” akhirnya diadakan pada tanggal 6 Maret 2011 dan terselenggara berkat kerjasama FLP Australia, KBRI di Canberra, serta produsen kerudung Rabbani. Pesona Kang Abik sebagai penulis ternama tidak hanya menyedot peserta pelatihan dari warga negara Indonesia, namun juga warga negara Malaysia yang tinggal di Canberra.

Kesempatan baik itu lalu kami manfaatkan untuk mengumpulkan karya tulis anggota dan menerbitkannya. Karena anggota yang masih terbatas, beberapa rekan akhirnya menghubungi teman-teman mahasiswa dan permanent residents yang berada di kota lain seperti Sydney, Melbourne, Brisbane dan Adelaide. Antusiasme penulis yang berada di kota lain ternyata cukup tinggi. Walhasil, beberapa teman mahasiswa di Melbourne menawarkan untuk melebarkan sayap FLP Australia hingga ke daerah mereka, dimana momen inilah yang kelak melahirkan FLP Cabang Melbourne.

Terkumpulnya naskah kontributor dari beberapa kota akhirnya melahirkan sebuah kumpulan kisah suka dan duka mahasiswa serta para permanent residents yang berdomisili di Australia. Awalnya buku ini diberi judul ”Catatan dari Negeri Selatan”, namun setelah berkonsultasi dengan penerbit, judul kumpulan kisah ini berganti menjadi ”Suka Duka Hidup di Australia”. Buku ini diterbitkan atas kerjasama FLP Australia dan penerbit Indiva Media Kreasi dan segera beredar di seluruh toko buku di Indonesia pada bulan Januari 2012.

FLP Australia terus berkembang dan akan segera membuka cabang di Sydney. FLP Australia juga telah memiliki beberapa anggota serta kontributor di beberapa daerah di Australia. Kegiatan FLP Australia saat ini masih terfokus pada agenda pelatihan menulis yang diadakan setiap sebulan sekali. Pelatihan ini pula diharapkan dapat menjaring penulis-penulis berbakat di perantauan dan menghasilkan buku-buku yang dapat mencerahkan bangsa. Untuk mempermudah koordinasi dengan para anggota di daerah lain, FLP Australia membuka group di Facebook. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di Australia dan tertarik untuk bergabung bersama FLP Australia silahkan mengirimkan email ke: flpaustralia@yahoo.com.au atau tambahkan kami di Facebook anda: Flp Australia.

*** Erna Wati Aziz (Nawa Aziz), Ketua FLP Australia periode 2010-2012

 

* Photo by: Riko Abrar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s