Kepada Bapak Presiden

Image

Yth Pak Presiden SBY,

Salam hormat,

Semoga sehat dan mendapatkan hidayah Allah Swt.

Langsung saja, Pak. Menyaksikan puluhan aksi demonstrasi kemarin, Selasa, 27/3/12, sungguh memprihatinkan. Dan saya yakin perasaan ini berkecamuk di sanubari mayoritas rakyat Indonesia, yang tengah Bapak pimpin.

Saya pribadi setuju subsidi BBM disesuaikan, mengingat harga minyak dunia yang melambung. Namun rakyat membacanya sebagai ‘penaikan’ harga BBM. Demonstrasi yang begitu besar di seluruh penjuru Indonesia menunjukkan bahwa ada yang salah dari kebijakan pemerintah. Atau bisa jadi, ada kesalahan dalam sosialisasi dll sehingga mayoritas rakyat tak dapat menerimanya. Rencana kebijakan bantuan langsung tunai pun serasa menguap tak tertangkap media.

Tentu diharapkan, mahasiswa dan masyarakat tak memperpanjang demonstrasinya. Namun sekiranya demo terus berlangsung, terlebih jika sampai berdarah-darah, kiranya tak salah jika rencana kebijakan ditinjaukembali.

Untuk saat ini, kebijakan ‘pengurangan subsidi BBM’ sangat perlu ditinjaukembali, atau bahkan dibatalkan. Agar Indonesia tak menuju ke situasi yang lebih buruk. Penghematan Pemerintah memang sudah dilakukan, tapi bila perlu lebih dihemat lagi, untuk semakin menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam mengantisipasi beratnya anggaran negara.

Ke depan, pengurangan subsidi BBM baiknya dilakukan secara bertahap, agar rakyat tidak terkejut. Hal ini mengingat sebagian dari rakyat Indonesia tak berada dalam situasi yang sama baiknya dengan yang lain. Masih banyak dari mereka yang bahkan harus berjuang untuk kebutuhan dasar. 

Semoga Bapak membaca surat sederhana ini. Sekedar suara dari salah seorang warga negara yang Bapak pimpin.

Salam,

Adrian 

(photo: http://tulisanfatih.wordpress.com/)

5 responses to “Kepada Bapak Presiden

  1. Setuju. Namun perlu penjelasan yang baik, khususnya bagi masyarakat kita yg plural. Sbg misal, ada sebuah buku dari ESDM yg menjelaskan mengenai hal-ihwal subsidi, tapi dirilisnya baru saja. Kalau saat ini tampaknya sdh agak terlambat.

  2. Mas Ryan,

    Nampaknya demonstrasi mahasiswa belakangan ini, tidak semata menyoroti kenaikan BBM di kala masyarakat banyak yang masih mengalami kesulitan. Secara rasional, tentunya mau tidak mau kita harus menyesuaikan harga BBM yang memang sudah sangat memberatkan anggaran pemerintah, namun seperti mas Ryan sampaikan mungkin cara dan momentum-nya yang kurang pas.

    Aksi-aksi re BBM ini, menurut hemat saya, dijadikan momentum oleh sementara pihak untuk menyudutkan pemerintah dibawah kepemimpinan pak SBY, yang kalo boleh jujur memang sangat banyak sekali yang bisa dijadikan sasaran tembak. So, faktor kemiskinan ditambah kekecewaan dicampur dengan ramuan kepentingan politik, tentunya akan sangat mudah dijadikan amunisi untuk menghantam beliau.

    Saya cukup prihatin dengan kondisi ini, mengingat terlepas dari kekurangan yang ada, harus juga kita sadari banyak hal yang telah diberikan oleh pemerintahan kali ini, namun sayang sekali komunikasi politik dengan masyarakat nampaknya kurang maksimal.

    Hal ini, menurut hemat saya antara lain, disebabkan oleh kesalahan dalam memilih orang-orang yang dijadikan “jubir” baik di kalangan birokrat maupun partai utama pendukung SBY maupun tidak adanya media yang secara total mendukung beliau sehingga media dengan leluasa bisa menghantam berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

    Demikian, sekedar urun rembug

    Salam

    FJM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s