Mahasiswa pun adalah ‘Duta’

Image

 

Students, too, are ‘ambassadors’

To fellow English Readers:

Indonesian Students Association of Australian National University (ANU) Chapter recently organized an event namely ‘Canberra seeks talent’. Surprisingly, in this tiny but prestigious capital city of Australia, Canberra, there were almost 50 talents performed, from a standing comedian, fashion show, prodigy kid with a violin and piano, to Ukulele orchestra. Arguably, the synergy among Indonesian students, Embassy, and community in Canberra has created more and more Indonesian ‘ambassadors’. They are active, energetic, and tireless in promoting their beloved country.

***

London (ANTARA) – Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) ranting Australian National University (ANU) menggelar perhelatan seni budaya bertajuk “Canberra Menggali Bakat” di Canberra, ibukota Australia di akhir pekan.

Direktur Eksekutif Projecting Indonesia Yasmi Adriansyah kepada ANTARA, Minggu, mengatakan dalam acara Camberra menggali bakat ternyata di luar dugaan banyak pihak, hampir sekitar 50 orang menunjukkan bakat-bakat mereka.

Acara yang digelar di Graduate House, ANU, para hadirin terpukau, terpesona, atau bahkan tersenyum geli dengan pelbagai keterampilan yang dipertontonkan, ujar mahasiswa PhD Hubungan Internasional, ANU itu.

Dikatakannya mulai dari harmonisasi Orkestra Indonesia Ukulele yang beranggotakan personel belasan orang, sampai komedi spontan yang dibawakan secara tunggal yang berhasil mengocok perut penonton.

Selain itu juga peragaan busana yang elegan, serta penampilan musisi cilik berusia enam tahun yang piawai memainkan biola dan komposisi piano dari film terkenal “Star Wars”.

Ia mengatakan para penonton yang berasal dari aneka bangsa juga disuguhkan aneka seni beraneka rupa, termasuk tarian khas Papua “Sajojo”, duet gitar-vokal dari artis cilik, bahkan tampilan keluarga ibu-anak.

Menurut Yasmi Adriansyah, lebih seru lagi, ada juga penampilan “multibangsa”, yaitu sebuah kelompok band yang digawangi mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia, Singapura dan Filipina. “Sungguh merupakan keanekaan yang membanggakan bagi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Atase Pendidikan KBRI Canberra, Prof Aris Junaedi menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat layak diapresiasi karena dapat menumbuhkembangkan berbagai kreativitas anak-anak bangsa.

Ketua PPIA ANU, M. Alif Habibie menyebutkan bahwa gagasan acara ini muncul dari keinginan agar warga negara Indonesia terus berkarya, dimanapun mereka berada.

Sinergi antara elemen mahasiswa (PPIA ANU), para pemilik bakat, KBRI, dan seluruh masyarakat Indonesia di Canberra berhasil memunculkan “duta-duta” bangsa yang aktif, bersemangat, dan tak pernah lelah dalam mempromosikan Indonesia, demikian Yasmi Adriansyah. (tp)

(photo by Bagus Ismujati)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s