Kita Semua adalah Duta

We all are ‘Ambassadors’

To fellow English Readers:

The article below (in Bahasa Indonesia) argues that we, as citizens of our own country, shall play roles as ‘ambassadors’. Wherever we are based at, whatever our professions are, it is our duty to play such roles. Certainly there are challenges and limitations that the country has been facing, but there is no need to wait. Just do it. 

Sincerely. Adrian

***

Di awal tahun 2012, di hadapan 130 Kepala Perwakilan RI di seluruh penjuru dunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan strategis proyeksi Indonesia di panggung internasional. Perhelatan rutin namun penting bagi Indonesia tersebut belum lama ini diselenggarakan Kementerian Luar Negeri.

Indonesia sejatinya negara yang sangat besar. Berbagai statistik mengenai kebesaran atau potensi negeri ini sudah kerap diperdengarkan. Di sisi lain, jika menilik arus pemberitaan media massa tanah air, justru lebih banyak ironi berpendaran. Karenanya, tatkala Presiden SBY menyerukan agar “diplomat Indonesia jangan minder”, sesungguhnya seruan itu perlu ditujukan kepada seluruh rakyat, tak hanya kepada diplomat.

Satu hal yang mungkin terlewat dari arahan SBY adalah seruan agar segenap warga negara Indonesia dimanapun berada berperan sebagai ‘duta’. Sebagai duta, baik dengan atau tanpa ‘tanda petik’, warga negara Indonesia tak perlu merasa minder. Indonesia memang tengah didera banyak masalah. Namun bukan berarti semangat berkarya bagi negeri ini harus berhenti. Kita semua warga negara memiliki hak, bahkan harus, menjadi duta.

Latar Teoretis
Secara teoretis, para intelektual-praktisi telah mengedepankan konsep ‘diplomasi multi-jalur’ (multi-track diplomacy). Intinya, dunia diplomasi tidak hanya dipegang oleh diplomat ‘jalur pertama’, alias pemerintah. Akademisi, entrepreneur, tokoh agama, seniman, dan banyak profesi lainnya juga layak menjadi duta. Jika ingin sukses berdiplomasi, pemerintah harus berkolaborasi dengan ‘jalur lain’ tersebut. Tujuannya agar sinergis dan tepat sasaran bagi kepentingan nasional.

Mantan Menlu Dr. Hassan Wirajuda juga pernah mempopulerkan konsep ‘diplomasi total’ (total diplomacy). Senada dengan ‘diplomasi multi-jalur’, diplomasi tipe ini menuntut pola kerja kolaboratif dan integratif bagi tujuan nasional. Dalam konsep klasik yang mungkin tepat disandingkan dengan konsep ini, pemerintah berada di baris depan memimpin ‘formasi angsa terbang’ (flying-geese formation) jajaran diplomasi yang mensinergikan berbagai elemen masyarakat.

Konsep lain yang belakangan semakin menggeliat adalah ‘diplomasi warga negara’ (citizen diplomacy). Pada intinya, konsep ini mendeskripsikan kiprah sejumlah warga negara biasa yang turut membantu mengedepankan kepentingan negerinya di negeri orang. Bisa saja ia menulis surat kepada kepala negara di negeri asing yang didiaminya. Bisa juga ia berkiprah di berbagai bidang yang tanpa disadarinya turut meningkatkan citra negerinya di hadapan publik asing.

‘Diplomasi Warga Negara’
Bagi warga biasa yang saat ini sedang berdomisili di negeri orang, konsep ‘diplomasi warga negara’ layak menjadi pertimbangan. Tidak perlu dipertanyakan apakah yang dilakukan atau akan dilakukan demi kepentingan siapa. Sejauh diyakini bahwa yang dikerjakan adalah demi Indonesia, saatnya menyisingkan lengan baju dan melakukan yang terbaik.

Sejatinya ada banyak peluang atau potensi yang bisa digali warga Indonesia untuk berkiprah sebagai duta ‘citizen diplomacy’. Sebagai contoh, di kota mungil Canberra, ibu kota Australia yang kini penulis diami, ini saja tercatat banyak kiprah positif warga negara Indonesia. Ada yang tampil elegan sebagai pianis musik klasik di hadapan audiens internasional. Ada yang menjadi entrepreneur menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga negara Indonesia sendiri.

Lebih jauh, ada yang mengikuti kompetisi video internasional yang kemudian mengantarkannya hadir di forum bergengsi World Trade Organization (WTO) di Jenewa, Swiss. Ada yang menjadi akademisi, instruktur tari tradisional, pelatih angklung, atau bahkan aktivis organisasi yang merekatkan hubungan people-to-people. Semua dilakukan dengan inisiatif sendiri dan tak jarang mengeluarkan biaya pribadi. Semuanya dilakukan, dengan atau tanpa disadari, bagi Indonesia. Pun tanpa sadar, mereka telah menjadi ‘duta-duta’ yang membanggakan bumi pertiwi.

Berangkat dari fenomena tersebut, kiranya Pemerintah di bawah komando Presiden SBY, Menteri Luar Negeri dan para Kepala Perwakilan RI dapat terus menggelorakan semangat segenap warga negara Indonesia untuk menjadi ‘duta’. Karena hanya dengan bersinergi, Indonesia akan mampu mengatasi berbagai masalah dan meningkatkan citra di pelataran internasional.

Indonesia bisa, harus bisa, bahkan. Dan ini seyogianya menjadi tanggungjawab saya, anda dan kita semua warga negara Indonesia. Kita semua adalah duta. Kita semua perlu bekerja bagi Indonesia, terlepas dari apapun besaran kontribusi yang kita kedepankan bagi negeri. Kita semua harus turut membangun dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang disegani. Kita semua perlu mulai bekerja sekarang, tak perlu menunggu negeri berubah total.

Intinya, semua bergantung kepada kita. Karenanya, mari kita bekerja, apapun skalanya. Jika ingin hasil yang lebih besar, berkolaborasilah. Dan usai semua ikhtiar tersebut, ikhlaskanlah. Sebab tidak perlu kita bertanya apa yang didapat dari Indonesia. Lebih baik kita bekerja, menjadi ‘duta’, bagi negeri tercinta. ***

8 responses to “Kita Semua adalah Duta

  1. Ide menarik!
    Mungkin bisa bikin gerakan secara global untuk menyeru orang-orang indonesia yang saat ini lagi di luar negeri. bukan hanya para intelektual tapi juga kelompok yang sering dianggap remeh spt para TKI atau TKW. Banyak figur TKW yg potensial menjadi penggerak kegiatan. ajak mereka kerjasama untuk misi ini.
    Juga komunitas2 lain. Mumpung lagi di luar negeri, semangat kebangsaan lagi meninggi. Dan kalau nanti pulang kampung, mudah2an semangat ini tidak kendur.

    Bravo!

  2. banyak yang tidak sadar bahwa mereka2 yang berdomisili di luar negeri telah menjadi duta2 untuk bangsa indonesia, telah mengharumkan bangsa indonesia di kancah internasional…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s